Memiliki rumah pertama adalah pencapaian besar bagi banyak orang, bahkan tidak sedikit orang menjadikannya goals utama. Bukan hanya tentang bangunannya, tapi tentang rasa aman dan nyaman saat pulang setelah melalui hari yang panjang. Selain itu, rumah juga bisa jadi investasi jangka panjang yang nilainya terus naik dari waktu ke waktu. Namun, sebelum sampai ke kepemilikan rumah, ada pemahaman penting yang perlu dipahami untuk pertimbangan. Melalui pertimbangan ini dapat membantu Anda memulai langkah awal supaya prosesnya lebih terarah, realistis, dan tidak sekadar ikut-ikutan tren.
1. Tentukan kebutuhan dan Gaya Hidup
Sebelum membicarakan harga dan cicilan, mulai dulu dengan pertanyaan paling mendasar, seperti apa rumah yang kamu butuhkan? Apakah untuk tinggal sendiri atau bersama pasangan? Perlu dekat kantor agar hemat waktu komuter, atau lebih memilih kawasan yang tenang untuk long term living? Rumah tapak mungkin cocok untuk kamu yang ingin punya halaman, sementara apartemen bisa lebih praktis jika kamu ingin tinggal dekat pusat kota. Ketika kebutuhan dan gaya hidup jelas, keputusan berikutnya akan jauh lebih mudah.
2. Susun Perhitungan Finansial Dengan Matang
Banyak orang yang terjebak di tahap ini karena terlalu fokus pada harga tanpa menghitung dan memperkirakan finansial secara menyeluruh. Rumus yang disarankan banyak konsultan adalah cicilan KPR idealnya tidak lebih dari 30–35% pendapatan bulanan. Selain itu, jangan lupa menyiapkan dana untuk DP (biasanya 10–30% dari harga properti), biaya notaris, administrasi bank, hingga pajak. Memiliki dana darurat juga penting karena membeli rumah bukan hanya bayar DP lalu selesai. Semakin detail perhitunganmu, semakin aman proses ke depan.
3. Tentukan Lokasi dan Visi Jangka Panjang
Lokasi adalah faktor yang paling menentukan nilai properti dalam 5–10 tahun ke depan. Pertimbangkan akses transportasi, rencana pembangunan kota, area komersial baru, hingga kedekatan dengan fasilitas harian seperti sekolah, rumah sakit, dan supermarket. Jangan hanya terpesona pada rumah yang cantik, tapi lihat juga potensi lingkungannya tumbuh. Rumah yang strategis akan lebih mudah dijual kembali dan memiliki return investasi yang lebih baik.
4. Cek Developer dan Legalitas Properti
Banyak kasus rumah mangkrak atau pembangunan tidak sesuai dengan yang dijanjikan, salah satu penyebabnya adalah pembeli tidak melakukan pengecekan legalitas. Pastikan developer memiliki rekam jejak baik, cek status tanah (SHM/HGB), PBG/IMB, hingga progres proyek sebelumnya. Jika membeli rumah secondary, pastikan juga legalitas properti tersebut supaya tidak terjadi sengketa kedepannya. Begitu juga dengan penggunaan jasa broker, pilihlah yang kredibel dan mampu memberikan pendampingan sampai dokumen selesai. Keamanan legal jauh lebih berharga dibanding harga promo yang terlihat menggiurkan.
5. Mulai Survey dan Bandingkan
Setelah semua perencanaan diatas sudah siap, ini merupakan tahap yang paling menyenangkan, yaitu survey properti. Datangi beberapa pilihan, lihat langsung kualitas bangunan, pencahayaan, akses jalan, hingga lingkungan sekitar. Jangan hanya terpikat pada brosur atau marketing kit. Melihat secara fisik membantumu menangkap hal-hal yang tidak terlihat di katalog.
Mempersiapkan rumah pertama membutuhkan kesabaran, riset, dan perhitungan yang matang. Jika masih bingung dengan langkah yang perlu dipersiapkan, penggunaan jasa broker atau property consultant (PC) bisa jadi jawaban dari masalahmu. Tapi dengan langkah-langkah awal di atas, kamu sudah selangkah lebih dekat menuju pintu rumah impianmu sendiri. Mulailah dari hal kecil dengan hitung kemampuanmu, riset lokasi, dan periksa legalitas. Satu langkah hari ini akan menjawab banyak hal di masa depan. (Sha/2025)